Bupati Kukar Pastikan Intervensi untuk 13 Ribu Warga Miskin Ekstrem
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri. (Kriz)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan akan melakukan intervensi terhadap sekitar 13 ribu warga yang masih masuk kategori miskin ekstrem atau desil 1.
Bupati Kukar, Aulia Rahman
Basri menegaskan penanganan kemiskinan menjadi perhatian serius pemerintah
daerah, terutama setelah data tersebut muncul dalam pembahasan Musyawarah
Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) beberapa waktu lalu.
Aulia mengaku terkejut
ketika mengetahui masih adanya masyarakat Kukar yang berada pada kategori
kesejahteraan paling rendah.
Padahal, menurutnya, Kukar
memiliki potensi sumber daya yang besar serta didukung berbagai program
pembangunan yang selama ini dijalankan pemerintah daerah.
“Kami kemarin kaget pada
saat Musrenbang disampaikan bahwa di Kukar masih ada 13 ribu orang yang berada
di desil 1. Di database kami, kami kira sudah tidak ada lagi orang dengan
kemiskinan ekstrem,” ujarnya saat sambutan acara Pencanangan Desa Cantik 2026,
di BPU Desa Loa Kulu Kota pada Rabu (13/5/2026).
Bagi Aulia, angka tersebut
bukan sekadar data statistik. Di balik angka itu, ada masyarakat yang harus
segera disentuh melalui program pemerintah yang benar-benar tepat sasaran.
Karena itu, Pemkab Kukar
kini mulai memperkuat program RT Ku Terbaik sebagai salah satu langkah untuk
memetakan titik-titik kemiskinan hingga ke lingkungan terkecil masyarakat.
“Ini makanya kita
melakukan program RT Ku Terbaik untuk mengetahui di mana kemiskinan ini
terjadi,” kata dia.
Menurutnya, kondisi
tersebut menjadi ironi tersendiri bagi Kukar yang dikenal memiliki sumber daya
besar dan dukungan banyak sektor usaha.
Ia menilai keberadaan
masyarakat miskin ekstrem tidak boleh dibiarkan berlarut, terlebih pemerintah
daerah memiliki berbagai instrumen program yang dapat dimanfaatkan untuk
membantu masyarakat.
“Maaf untuk masyarakat, sekelas kabupaten kukar dengan semua potensi yang dimiliki, disini masih ada miskin ekstrem, dan kami yakin dan percaya, dan kami berkomitmen, kalau seandainya ada yang masih miskin ekstrem di Kukar, itu harus kita bantu, itu harus kita intervesi,,” tegasnya.
Aulia menyebut, intervensi
yang dilakukan nantinya tidak hanya bertumpu pada satu program.
Pemerintah daerah akan
mengoptimalkan berbagai skema bantuan dan pemberdayaan yang selama ini telah
berjalan, mulai dari program RT Ku Terbaik, Alokasi Dana Desa (ADD), Bantuan
Keuangan Khusus Desa (BKKD), hingga program yang dimiliki masing-masing organisasi
perangkat daerah.
“Kita punya banyak
perusahaan, kita punya program RT Ku Terbaik, kita punya program ADD, kita
punya program BKKD, dan program di masing-masing organisasi perangkat daerah.
Malu rasanya kalau seandainya di Kukar masih ada 13 ribu orang yang berada di
desil 1,” ungkapnya.
Di hadapan Wakil Gubernur
Kalimantan Timur dan Kepala BPS Provinsi Kalimantan Timur, Aulia juga
menyampaikan harapannya agar pemerintah daerah dapat memperoleh akses data
masyarakat desil 1 hingga desil 5 secara lebih mudah.
Menurutnya, data tersebut
sangat penting agar intervensi yang dilakukan pemerintah bersama RT dan desa
benar-benar tepat sasaran serta sesuai dengan kondisi riil masyarakat di
lapangan.
“Tujuan kita agar kita
bisa berintervensi dengan sangat baik kepada orang-orang yang membutuhkan.
Namun sampai hari ini kami masih sangat kesulitan kalau ingin mendapatkan data
tersebut,” tandasnya. (kriz)